Cagar Alam Pangandaran terdapat di dalam Kawasan Wisata Pantai
Pananjung. Untuk mencapai Cagar Alam Pangandaran dapat dilakukan dengan
dua cara. Yang pertama melalui pintu masuk Cagar Alam dan yang kedua
melalui arah laut dengan menggunakan perahu-perahu yang banyak
ditawarkan di sepanjang Pantai Pananjung – Pangandaran. Jika mencapainya
melalui arah laut, kita langsung diarahkan menuju hamparan pasir putih
pantai atau dibelokkan terlebih dahulu untuk menikmati indahnya karang
laut dan ikan-ikan di laut dangkal. Karena kami sudah pernah mencobanya
dari arah laut, sekarang waktunya untuk menggapainya dari arah darat.
Melalui pintu masuk Cagar Alam Pangandaran.
Sang Pemandu Wisata di Cagar Alam Pangandaran
Dan petualangan pun dimulai. Suasana Cagar Alam Pangandaran masih sepi. Sedikit sekali pengunjung yang datang, karena memang musim Libur Lebaran belum tiba. Bulan Ramadhan belum usai. Umat muslim masih berpuasa. Namun, kami sengaja menikmati liburan lebih awal. Supaya liburan lebih tenang, tidak hiruk pikuk. Pengunjung masih dapat dihitung dengan jari.
Suasana teduhnya alam langsung terasa. Semilir angin yang menyeruak dari sela-sela dedaunan sungguh terasa manis. Tidak terlalu menerpa, cukup semilir saja. Waktu menunjukkan pukul 2 siang. Matahari cukup terik di luar, namun tidak terasa di dalam Cagar Alam karena terhalang oleh rapatnya aneka pepohonan. Anak-anak langsung berhambur memasuki area Cagar Alam. Pemandu bertanya, “ Apa anak-anak sudah terbiasa berjalan jauh? Sanggup melalui rintangan dalam hutan?”. “Tenang Pak, anak-anak pasti sanggup. Yang patut diragukan justru mamanya”. Mari lanjutkan.
Situs peninggalan bersejarah
Situs Peninggalan Bersejarah di Cagar Alam Pangandaran. Sayang tidak terawat dengan baik
Rusa yang Muncul dari Semak dan Pepohonan
Perjalanan berlanjut. Kami diajak untuk memasuki beragam gua yang ada di sana. Salah satunya adalah Gua Keramat/Gua Parat. Konon katanya, Gua Keramat merupakan tempat untuk bersemedi keluarga Pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Maja Agung, Pangeran Sumenda, Pangeran Kasepuhan (Syech Ahmad), dan Pangeran Kanoman (Syech Mohammad). Pangeran Maja Agung adalah ayah dari Syech Ahmad dan Syech Mohammad, sedangkan Pangeran Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Syech Ahmad dan Syech Mohammad ditugaskan oleh sang ayah untuk menyebarkan agama Islam hingga tanah Jawa, dan tiba di Pangandaran. Tiada kabar dari kedua putranya membuat Pangeran Maja Agung menugaskan Pangeran Sumenda untuk mencarinya. Ternyata mereka berada di Gua Parat. Di depan gua terdapat gua petilasan (bukan kuburan) dari Syech Ahmad dan Syech Mohammad yang dibuat penduduk yang pernah menerima ajarannya dengan tujuan untuk mengenang kedua panutannya yang kepergiannya tidak diketahui.
Penampakan batu yang menyerupi pocong
Ada pula yang disebut Gua Panggung. Menurut cerita, gua ini merupakan tempat Embah Jaga Lautan, yang merupakan anak angkat dari Nyi Roro Kidul. Konon, Embah Jaga Lautan ditugasi untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat secara khusus dan menjaga pantai Nusantara secara umum.
Makam Embah Jaga Lautan di Cagar Alam Pangandaran
Pantai di Ujung Gua, di Cagar Alam Pangandaran
Ada pula Gua Jepang. Gua Jepang sengaja dipahat oleh para pekerja Romusha atas suruhan tentara Jepang. Sengaja dibuat sebagai benteng pertahanan. Namun jangan terkecoh. Gua Jepang memang sengaja dibuat untuk mengecoh musuh, untuk menipu penyerang. Umumnya pengunjung akan memasuki gua yang pintu masuknya terlihat langsung dari luar dan cukup lebar. Jangan tertipu. Itu justru jebakan bagi musuh. Ketika musuh memasuki gua yang ternyata hanya sepanjang beberapa meter saja dan buntu, musuh segera berbalik ke luar. Justru di sanalah kesempatan bagi tentara Jepang untuk menyerangnya dari arah atas gua. Pintu gua sebenarnya ada di samping kanannya, memutar dan mengarah ke atas dan berujung di bagian atas gua jebakan. Di dalam gua yang sebenarnya ada beberapa ruang tempat pertemuan, tempat tahanan, dan ruang yang konon dulu dipergunakan untuk ruang penyiksaan bagi tawanan perang.
Kadal yang banyak ditemui di Cagar Alam Pangandaran
Kelelawar di Cagar Alam Pangandaran
Tanaman penyebab gatal di kulit
Untuk Informasi dan Pemesanan Silahkan Hubungi Kami di :
Contact person : 082214540661 (yanyan)
FB : Asep yanyan saputra
Pin BB :5E1DC0F4
What's Up : 082214540661
Blog : jelajahbodyrafting.blogspot.com
.









No comments:
Post a Comment