Pantai tersebut hingga kini belum dikelola atau ada campur tangan pemerintah dan ada investor. Dengan kata lain, pantai perawan itu masih diurus oleh masyarakat setempat.
Dari jalan raya Cimerak menuju Pantai Madasari, jarak tempuhnya adalah delapan kilometer. Kita akan melewati persawahan, dan pegunungan. Hingga akhirnya ketika masuk ke pantai tersebut, mata kita akan terkagum-kagum dengan deretan batu karang berukuran besar di pantai dan laut.
Di sana ada enam batu karang. Yakni Batu Gedogan, Batu Sebrotan, Batu Leuit (Karang Seugeuh), Legok Gandu, Cariuk, dan Pandan Nyampai. Semua batu tersebut berbentuk indah dan unik. Terlebih Batu Leuit atau warga menyebutnya Karang Seugeuh. Sebab, batu karang tersebut berada tak jauh dari bibir pantai. Dan, di atasnya ditanami pohon. Rupanya, seluruh batu karang ada pepohonan juga di atasnya.
Salah seorang warga setempat, Ono Suyatno (43) yang tinggal di RT 37 RW 12 mengungkapkan bahwa lokasi Pantai Madasari baru dibuka oleh masyarakat pada 2010. “Hingga akirnya baru benar-benar ada wisatawan pada awal 2013 ini. Pantai ini masih perawan, dan belum ada sentuh tangan dari pihak manapun. Atau masih swadaya masyarakat,” jelasnya, Jumat (20/9/2013).
Memang benar, Ono menjelaskan di sana belum ada tempat penginapan. Kalaupun ada, warga kerap menyewakan rumahnya untuk para wisatawan. Di lokasi tersebut, hanya ada 30 rumah warga, tepatnya di Dusun Madasari. Untuk warung pun sedikit.
Ono mengatkaan, wistawan yang datang ke tempat tersebut masih sedikit. Biasanya, pada hari Sabtu dan Minggu atau hari libur, tidak lebih dari 50 hingga 100 orang. Mereka yang datang ke sana biasanya untuk bermain air di tepi pantai, atau memancing dari atas batu karang. “Lokasi ini masih asri. Dan, saya berkeyakinan jika dikembangkan dengan tepat dan benar, maka akan menjadikan keuntungan dan daya tarik wisatawan yang sangat bagus,” ungkapnya.
Ono mewakili warga yang ada memohon kepada pemerintan untuk dapat membenahi dan mempromosikan lokasi Pantai Madasari. “Mulai dari sarana prasarana penunjang, seperti penginapan, petugas penyelamat, hingga infrastruktur jalannya juga perlu dibenahi,” ucapnya.
Selain itu, warga pun meminta agar ada normalisasi abrasi. Sebab, jika ombak besar, air laut dapat langsung masuk ke dalam sawah. Di pantai tersebut tepatnya di pinggir pantai memang terdapat sampah. Menurut dia, sampah tersebu adalah yang terbawa oleh ombak atau sampah kiriman. Oleh warga setempat, setiap harinya selalu dibersihkan.
Sementara itu, Camat Cimerak Tedi Garnida mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengembangkan Pantai Madasari menjadi objek wisata pantai. Sebab, potensi dan keindahan yang ada di lokasi itu sangat bagus. “Kita lihat potensi wisata alam di sana bagus dan mumpuni. Akses jalan menuju lokasi dari jalan Cimerak akan dibenahi,” ujarnya,” jelasnya




No comments:
Post a Comment